Aku pilu - Aku sendu




Aku adalah aku
Aku akan tetap seperti ini sampai mati
Ini adalah diriku
Yang bukan dosaku 
Atau amal baik ku

Terserah kalian saja
Mungkin kalianlah yang benar
Dan aku yang salah
Namun aku tetaplah aku
Aku adalah aku-Nya
Dia adalah yang ber-aku
Sejatiku

Mungkin aku hanya salah memahami
Namun bukan salah faham
Atau kalian yang tak ingin di fahami
Terserah saja

Biarkan langit cerah atau kelabu
Bukankah sama saja
Bahkan mendung beserta hujannya
Yang dibawah langit tetaplah aku
Dengan segala pilu
Sesekali bersendawa karna kekenyangan
Dan pula bersama kalutnya fikiran

Fikirmu aku tak memedulikanmu ?
Apakah kalian mengerti arti kepedulian ?
Atau hanya diam yang menjadi jawaban
Agar semua keinginan bisa terpenuhi dengan rapi
Dan tanpa gesekan disana sini

Apakah kalian yakin sesempurna itu ?
Bukankah ini cuma dunia
Atau kalian lupa karna sangat merindu surga
Hingga tak kau temukan surganya hati

Fatwa-fatwa bersama petuah nya
Hanya bagai angin lalu yang mampir sesaat
Saling curiga
Bahkan kepada sahabat dan saudara yang di bilang sesat
Sesatku tak seperti itu
Seharusnya kalian tahu
Seperti makan kemudian buang kotoran
Kalian terjajar rapi hanya untuk di kotori

Ya aku sendiri juga busuk !
Namun apakah kita tak bisa saling meraba ?
Atau ?
Aku yang harus segera pergi 
Dan memandang kalian dari kejauhan 
Memandang kalian yang di tendang-tendang

Mungkin kalian sangat rindu terhadap sesuatu yang hampa
Yang khayal
Yang tiada
Yang hanya berupa angan dan lukisan

Leluhurmu berada tepat di belakangmu
Lalu pada siapa kalian menghadap ?
Tuhanmu berada tepat di atas ubun-ubunmu
Lalu pada siapa kalian mengharap ?

Semua ini sudah seperti dongeng saja
Cerita kau anggap dongeng
Dongeng kau anggap cerita
Jarum kau anggap tombak
Tombak kau anggap jarum
Pisau kau anggap pedang
Pedang kau anggap pisau
Orangtua kau anggap penjajah
Penjajah kau anggap orangtua
Malaikat kau anggap setan
Iblis kau anggap malaikat
Aku kau anggap dia
dia kau anggap aku
Dirimu kau anggap babu
Babu kau anggap dirimu
Sahabat kau anggap hantu
Sementara hantu menemanimu
Menemani
Menenggelamkan mani
Pada kenikmatan yang kalian sangka kebahagiaan
Seperti sapi
Sapi yang slalu di perah oleh tuan si sapi

Omong kosong martabat yang kalian banggakan 
Mungkin sudah kadaluarsa
Kenapa tak kalian tengok tanggalnya

Jangan menceramahiku soal tutur kata, tata krama, jawa
Blangkon kalian itu palsu
Batik dan jarik kalian hanyalah tipu
Nyatanya
Hati kalian layaknya tarantula
Merayap di antara kaki-kaki cina dan belanda
Kalian gunakan kesopanan sebagai alasan
Kalian jilat pantat untuk sekedar makan
Lalu
Dari segi apa pengertian jawa kalian

Ah. . .
Ya sudahlah. . .
Mungkin akunya saja yang sedang bermimpi
Atau juga kaliannya yang terlalu terbuai mimpi




atak5347

Komentar

Kunjungi juga