Sesal kemarin
Terkadang aku ingin bercerita Namun pada siapa Layu angin menatap rindu Di dalam sangkar rasa abadi Ingin sekali berbicara Berharap tersapa Hanya berdua dalam naungan malam dan bintang-bintang Labilku tak lagi marah Atau juga marah-marah Karena kenyataan telah menamparku Meski tidak keras namun sangat tegas Nyatanya kita berjauhan Nyatanya kamu hanya diam Dengan jawaban perpisahan Nyatanya aku merindumu Nyatanya kamu yang pertama Yang menaklukan hatiku Hatiku yang kecil mungil Dan masih sangat labil Nyatanya sakit itu tak berguna Karena mengharapkanmu selalu di depan mata Aku tersisir oleh badai tanya Beserta hujan ragu Apakah seandainya ? Terkadang hanya jawaban Ah ya sudahlah Aku kangeeen banget bertemu denganmu Aku berharap Bisa saling mencintai bersamamu Aku berharap Menjalani kisah denganmu Dan saling mengerti Aku berharap menjadi qais meski tak gila Dan kamu lailanya meski enggan merana Aku mendambakan berbicara denganmu dan saling membuat bahagia Aku.. Bolehkah ...