Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Sesal kemarin

Terkadang aku ingin bercerita Namun pada siapa Layu angin menatap rindu Di dalam sangkar rasa abadi Ingin sekali berbicara Berharap tersapa Hanya berdua dalam naungan malam dan bintang-bintang Labilku tak lagi marah Atau juga marah-marah Karena kenyataan telah menamparku Meski tidak keras namun sangat tegas Nyatanya kita berjauhan Nyatanya kamu hanya diam Dengan jawaban perpisahan Nyatanya aku merindumu Nyatanya kamu yang pertama Yang menaklukan hatiku Hatiku yang kecil mungil Dan masih sangat labil Nyatanya sakit itu tak berguna Karena mengharapkanmu selalu di depan mata Aku tersisir oleh badai tanya Beserta hujan ragu Apakah seandainya ? Terkadang hanya jawaban  Ah ya sudahlah Aku kangeeen banget bertemu denganmu Aku berharap  Bisa saling mencintai bersamamu Aku berharap Menjalani kisah denganmu Dan saling mengerti Aku berharap menjadi qais meski tak gila  Dan kamu lailanya meski enggan merana Aku mendambakan berbicara denganmu dan saling membuat bahagia Aku.. Bolehkah ...

Postingan Terbaru

Bahasa merpati

Rajut

Sementara Bagaimana

Aku pilu - Aku sendu

Pelupa

Melayu-layu

Thank's

Sajakku

Tidur

Tuhan & Aku

Taak Tersapaa

Terkadang

Semoga bidadari

BULU TANGAN ( yang menghibur )

MATAHARI

Busana

Ingsun

DIA siapa, siapa DIA

Rindu Padang pasir & Padang rumput

Kasih & Sayang

Sesuatu di Hati

THE kopi

Guratan penulis