Terkadang

Terkadang ajalku tidak menungguku untuk sempurna
Terkadang ajalku tidak menungguku untuk menjadi benar
Terkadang ajalku tidak menungguku untuk berbuat baik
Terkadang ajalku tidak menungguku walau sekedar usaha
Terkadang ajalku tidak menungguku walau hanya kesempatan
Terkadang ajalku tidak menungguku walau sejenak saja
Agar aku sembuh dari kegilaan

Kegilaan yang menyapa bulir-bulir sarafku
Kegilaan yang bisa saja menghancurkan rasa kemanusiaan hamba
Kegilaan yang menjadikan cinta semakin tergila-gila
Kegilaan yang meramu kedalam tubuh setiap insan
dan menjadi pengingat bahwa tanpa Nya,
semua kehadiran akan menjadi gila

Kegilaan bebatuan yang hanya diam saja
Kegilaan pepohonan yang terus tumbuh tanpa pedulikan atap dan atas
kegilaan binatang yang mengawini induk nya sendiri
dan tanpa pakaian berlarian kesana kemari
Kegilaan manusia yang slalu memikirkan kebaikan mereka
tanpa mengetahui apa yang sebenarnya telah di perbuat

Membangun negeri dengan sebuah kebanggaan
Mengatur ekonomi untuk sepuluh ribu tahun lagi
dan tanpa menyadari kapan mereka akan mati
kapan mereka akan musnah
Mencintai sepenuh hati tanpa pedulikan anak cucu mereka akan saling bunuh

Dan ternyata kita sebagai manusia hanya bisa berdoa
Dan ternyata setan menggoda kita agar menyangka
doa salah satu dari kita lah yang di kabulkan 
Padahal bisa saja musuh yang kita hadapi itu juga berhati baik
dan ikut berdoa agar peperangan ini usai lebih cepat
Padahal bisa saja manusia-manusia yang di anggap tak berguna
malah mengayomi kita karena cintanya pada Mu dan kekasih Mu 

Terkadang ajalku tidak menungguku 
meski aku sedang bercinta dengan kekasihku
Terkadang ajalku tidak menungguku
meski aku sedang asyik menenggak anggurku
Terkadang ajalku tidak menungguku
meski aku yakin akan peran kegagahanku
Dan terkadang juga ajalku tidak menunggu 
rencanaku untuk mati khusnul khotimah atau suul khotimah




Atak pembantai © 2020

Komentar

Kunjungi juga