Bahasa merpati
Dari merpati
" kenapa tak ada lagi surat menyurat "
" kenapa tak da lagi cinta terbungkus kalimat "
" kenapa jua goresan tangan tak berbentuk abjad-abjad "
" mengapa elang mulai menghilang "
" tak kunjung kabar hingga petang "
" saingan lamaku sebagai jalan berjuang "
Berjuang membantu kehidupan manusia
Di percaya dengan segala kabar
Lalu kulatih sayapku semakin berkibar
Menguasai angkasa menuju pacuan
Mungkinkah
Mungkin saja kegaiban frekwensi menjadi penghalang
Padahal raja sulaiman selalu menyandingkan ku dengan hud-hud
Tentu saja sebagai saingan
Sainganku yang amat dulu
Hanya terngiang dalam bayang
Sainganku berganti sainganmu
Mulai bersaing dengan tingginya harga
Yang sejatinya tanpa tahu menahu fungsinya
Aku cemburu pada onta dan peranakannya
Pernah melayani baginda
Dan sekarang meski tak di fungsikan
Masih merajalela
Memberi manfaat bagi manusia
Tuhan, mengapa tak kau punahkan keturunanku bersama nafas terakhir baginda
Aku kesepian tanpanya
Apalagi anak cucunya juga meninggalkanku
Lantas untuk apa kehadiran ini tuhan
Tuhan hanya diam
Ataukah daku yang tak sanggup mendengar kalam kebesaran-Nya
Aku rindu kekasihmu yang menjadi nahkoda
Yang membawa buyutku bersama kapalnya
Agar tetap setia melayani menusia
Aku rindu kekasihmu yang bersuara merdu
Yang menjadikan pingsan keluargaku
Ketika mendengar lantunan ayat-Mu
Menggema dari lisannya
Tuhan
Bukankah penggantiku layaknya batu
Tak bisa bebas kesana kemari
Bahkan kecantikannya
Masih cantik istriku
Melayang di udara bersama
Menjalin cinta
Dan menumbuhkan merpati-merpati kecil lainnya
Padahal kami tak serakus itu mengambil makan
Kenapa kami di gantikan
Kenapa kami di gantikan
Tapi bagi kami hanya bisa menyesal dalam hati
Karna bagaimanapun
Mereka adalah khalifah-Mu yang anda perintahkan mengatur dunia
Asal mereka
Asal tidak menggantikan-Mu dengan yang lainnya
Komentar
Posting Komentar