Sesal kemarin
Terkadang aku ingin bercerita
Namun pada siapa
Layu angin menatap rindu
Di dalam sangkar rasa abadi
Ingin sekali berbicara
Berharap tersapa
Hanya berdua dalam naungan malam dan bintang-bintang
Labilku tak lagi marah
Atau juga marah-marah
Karena kenyataan telah menamparku
Meski tidak keras namun sangat tegas
Nyatanya kita berjauhan
Nyatanya kamu hanya diam
Dengan jawaban perpisahan
Nyatanya aku merindumu
Nyatanya kamu yang pertama
Yang menaklukan hatiku
Hatiku yang kecil mungil
Dan masih sangat labil
Nyatanya sakit itu tak berguna
Karena mengharapkanmu selalu di depan mata
Aku tersisir oleh badai tanya
Beserta hujan ragu
Apakah seandainya ?
Terkadang hanya jawaban
Ah ya sudahlah
Aku kangeeen banget bertemu denganmu
Aku berharap
Bisa saling mencintai bersamamu
Aku berharap
Menjalani kisah denganmu
Dan saling mengerti
Aku berharap menjadi qais meski tak gila
Dan kamu lailanya meski enggan merana
Aku mendambakan berbicara denganmu dan saling membuat bahagia
Aku..
Bolehkah aku mencintaimu
Walau ku tak tahu kamu mencintai siapa ?
Bolehkah aku berharap kamu menjadi pendamping terakhirku kelak
Dan selamanya bersama ?
Bersamamu
Rintih hati yang mengadu
Seakan ingin merengkuh erat bayang-bayang
Bersolek dengan mimpi
Dan berdoa agar segera nyata
Nyatanya aku pernah slalu berdoa di pungkasan subuhku
Agar di sandingkan bersamamu dengan perasaan cinta.
I love U
Komentar
Posting Komentar