Sajakku
Ketika banyak kata tak sanggup ku utarakan
Aku memilihnya untuk menampung segala bicara
Ketika ribuan untaian tercekat di leherku
Aku menyentuhnya agar sinambungan pada rasa
Ketika rundungan ingatan mulai menyumpal pikiran
Aku menyemainya di mata para pembaca
Ketika tak ada yang mendengar kisah cintaku
Aku titipkan rindu dan curahan hatiku bersamanya
Ketika lalu lalang pecah dalam keputus asaan
Aku tidurkan di bait-bait yang tersemat pada halamannya
Walau hanya sebuah goresan tinta yang menjadi pelampiasan takdirku
Walau hanya selembar kertas yang tak begitu putih menemani puja & doa ku
Meski sekedar pemikiran abstrak yang tertuang dalam sajak ku
Akupun berenang dalam bulir-bulir air mata
Dan mengandung arti tak sampai sembilan bulan
Akupun terbang dalam tawa renyah terbahak-bahak
Dan melahirkan buah hati yang tertulis rapi
Akupun terkenang kisah bersamamu yang di ingatkan oleh Nya
Dan menumbuhkan sajak-sajak yang dapat di suarakan
Komentar
Posting Komentar