Sesuatu di Hati





dalam api yang tak kunjung padam cemburuku menghantui
ketakutan akan kehilangan 
padahal tak pernah kumiliki
sesuatu yang jahat mengalir 
mencoba menghantam sesuatunya
namun mesra angin tak membiarkan nya begitu saja
apa berarti telah selesai semua kisah yang tertanam
meski hanya sebatas angan 
kekosongan hanya menjawab diam
diliputi resah beraroma harapan sesuatu itu terus menunggu
sesekali bermain-main dengan air yang memercik ke dalam batas kesabaran
namun selalu terhenti ditengah jalan 
seperti kebingungan di sebuah khayal

khayalku yang tak rapi tentangmu selalu menunjukkan wajah tersakiti
sampai lupa bahwa mengingatmu adalah hal yang paling menyakiti
tersolek duri di sekitar mawar, mawar yang indah nan begitu indah
melebatkan dedaunan agar duri tertutupi
" wahai mawar, sampai kapan kamu akan berbunga
bukankah sudah waktumu untuk berbuah "
sang mawar hanya merintih kesal
sementara bunga lain masih setia memuja kepadanya
baik cemburuku maupun mawar sama-sama tak mengerti luasnya langit sore
yang terbesit hanyalah sekawanan awan & mendung
mendung yang hitam, hitam pekat dan sangat hitam
layaknya tinta yang menodai sucinya kertas putih

khayalku mulai rapi tentangmu
kamu yang disana tertupi oleh kota-kota
tertupi oleh raja-raja
dan anganku pun mulai berangan sembari bertanya
" siapakah kamu yang sudah kukenal selama ini
bukankah aku mencintaimu lalu patah hati
kenapa aku sampai lupa padamu "
gejolak pasir terus mendesir
di antara pantai yang terinjak-injak insan
yang tak ku tahu apakah mereka ?
iya, aku tak tahu
aku hanya mengarang sebuah cerita 
untuk memuaskan ketidaktahuan ku tentangmu
tentang wanita yang mengalahkanku
dalam pertandingan adu kuat maupun cepat

seperti matahari kau membakarku dengan kerinduan
kerinduan yang tak pantas di rindukan
seperti gejala demam yang meningkatkan suhu tubuhku sampai puncak
puncak yang belum pernah didaki oleh siapapun 
apakah jarak tak menghapus jejakmu 
sampai wangimu masih menusuk ke dada
apakah sebuah luka ataukah sebuah tanda
tanda sebuah ikatan yang tak benar-benar mengikat
apakah aku bisa menang jikalau bertanding sekali lagi
namun bukan pertandingan adu kuat maupun cepat
melainkan pertandingan RASA 
sungguh rasaku tidaklah abadi
namun diriku berupaya mengabadikan nya 
dalam sebuah sifat yang di sebut 
'MENCINTAI'



@takpembantai

Komentar

Kunjungi juga