Rajut




Hmmmm
Malaikat bercadar menghampiri
Bersama bidadari berusia setengah baya mengenakan rok mini
Aku dipapahkan pada sebuah akibat perlakuan
Layaknya menghunus sepi semakin kering kerontang

Tisu-tisu berjajar rapi di atas meja-meja yang sengaja kusediakan sedari tadi
Bersamaan sinar mentari sore yang sebentar lagi memasuki asar

Masih terpaku menunggu kasih untuk berkisah pada senja
Malaikat bercadar tak menyadari bahwa hari ini pendulum waktu bergerak sedikit lama

Wussshhhh
Helaan nafas yang kuhempaskan tak lagi menemui si nona
Karna terhalang cadar beserta lamanya
Walau malaikat melepas cadar dan di ganti ciuman pada sang bidadari,
Ia malah tergoda wanita muda nan berbusana longgar, panjang dan rapi

Hmmm
Dimanakah pesona bidadari setengah baya tadi
Yang samar-samar kudengarkan menembangkan ayat-ayat sendu

"Pikirmu ku tak tahu" pikirnya
"Apalah hal mau di kata, jika pikiran terbebani pada sebuah narasi yang lain sekali dari naraya" pikirku
Entahlah. . .
Lesuh malaikat mulai enggan mengganggu
Menjadikan naik satu tingkat pangkat menjadi iblis
Iblisku dan iblismu tak lagi berteman dengan iblisnya
Apalagi bermusuhan
Sementara setan-setan kecil mulai merengek kelaparan 
Layaknya bayi mungil yang merindu susu ibu

18 maret adalah ulangtahunku
Namun aku lupa yang keberapa
Biarkan malaikat muda bersama bidadari bercadar dan wanitaku saja 
Yang menghafalnya



atak5347

Komentar

Kunjungi juga